Minggu, 04 Februari 2024

BAGAIMANA CARA UNTUK MENJADI SEORANG DIGITAL MARKETER?

 

Bagaimana Cara Untuk Menjadi Seorang Digital Marketer?


Apa itu digital marketer?  

Untuk saat ini menjadi sebuah hal yang sudah tak asing lagi bagi kita mendengar istilah digital marketing, berarti sama halnya kalian tidak asingan dengan kata 'Digital Marketer'. Digital marketing menurut Rob Thompson dan Trendjackers ialah penggunaan teknologi digital serta perangkat yang didukung oleh koneksi internet untuk mencapai target pemasaran. Jadi, definisi digital marketing dapat disimpulkan sebagai kegiatan pemasaran yang kemudian melibatkan penggunaan jaringan serta teknologi digital untuk mencapai tujuan pemasaran tertentu. Sedangkan digital marketer adalah orang yang menjalankan proses digital marketer

Apa sih pentingnya digital marketing? 

Didunia yang semakin berkembang, saat ini orang pasti akan lari dan menggunakan digital untuk semua keperluan bisnisnya. Demi bisnis mereka tetap bertahan dan bisa menghadapi persaingan pasar. Digital marketing menjadi andalan dan penting, guna mengembangkan dan membuat bisnis semakin berkembang, bahkan menjadi semakin maju serta mendaptkan pengahsilan yang lebih banyak karena pasar yang semakin luas, juga dikenal sampai ke-berbagai daerah, hanya dengan menggunakan teknik digital marketing yang sesuai dan tepat sasaran. 



Salah satu poin penting selain menguasai teknik dan cara menjadi seorang digital marketer secara mandiri, adalah mengikuti kursus bersertifikasi yang diadakan oleh penyelenggara yang sudah kompeten dan memiliki kualifikasi bagus, agar kita bisa mendapatkan ilmu yang sesuai tujuan, berguna dan diakui. Seperti mengikuti kursus yang diselenggarakan oleh agency penyelenggara pelatihan bersertifikat nasional dan diakui oleh negeara, yaitu BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 



Minggu, 20 Maret 2016

ZAT ADITIF PADA MAKANAN : CONTOH & BAHAYANYA



Dalam bahasa yang sederhana, zat aditif bisa diartikan sebagai bahan-bahan yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan dalam jumlah yang kecil/sedikit, yang bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki cita rasa, penampakan, tekstur, flavor, serta agar tahan lebih lama saat disimpan.  Sedang definisi zat aditif menurut BPOM adalah Bahan Tambahan Pangan (BPT) yang dipakai untuk menghambat dan mencegah proses fermentasi, penguraian atau pengasaman, serta proses perusakan lainnya yang terjadi pada bahan pangan yang disebabkan mikroorganisme.
Awalnya Zat aditif dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan yang disebut zat aditif alami. BPT yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan ini relatif aman untuk dikonsumsi karena tidak memiliki pengaruh negatif yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan bertambahnya kebutuhan akan pangan, ketersediaan zat aditif alami yang terbatas tidak mampu mencukupi kebutuhan manusia. Itu sebabnya, industri-industri yang memproduksi makanan, banyak memanfaatkan zat aditif sintetis yang dibuat dari zat-zat kimia. Karena dibuat dari bahan kimia, tentu saja menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Adapun jenis-jenis zat aditif sintetis dan pemanfaatannya untuk industri atau pembuatan makanan tersebut diantaranya adalah:


1. Zat Pewarna
Zat pewarna dipakai dengan tujuan untuk membuat tampilan makanan terlihat lebih menarik sehingga menambah selera untuk menikmatinya. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetis memang memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya: mempunyai banyak pilihan warna, mudah penyimpanannya, dan tahan lama. Namun, tidak semua zat pewarna buatan dapat dipakai untuk makanan dan minuman, beberapa diantaranya dibuat untuk pewarna tekstil.
Efek
Jika zat pewarna tekstil ini yang dicampur ke dalam makanan atau minuman, meskipun warna yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan, namun dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sebab, pewarna tekstil bersifat karsinogen yang menjadi penyebab penyakit kanker.
Jenis Zat Pewarna
Zat pewarna sintetis makanan dibagi menjadi 2 kelompok, yakni dye dan lake.
·         Dye adalah pewarna buatan berbentuk pasta, cairan, butiran atau serbuk yang memiliki sifat larut dalam air.
·         Lake adalah gabungan antara dye dan basa dengan dilapisi zat tertentu yang memiliki sifat tidak larut dalam air, sehingga cocok dipakai untuk makanan yang tidak boleh kena air.
Contoh : 
·         Beberapa jenis pewarna makanan buatan tersebut diantaranya adalah: brilliant blue CFC, sunset yellow, tarttrazin, dan karmoisin.
2. Zat Pemanis
Penggunaan zat pemanis buatan pada umumnya dipakai untuk menekan biaya produksi  akibat mahalnya harga pemanis alami, yakni gula. Pemanis sintetis ini tidak bisa dijadikan sumber energi karena tidak dapat dicerna oleh tubuh.
Efek :
Itu sebabnya, ada pemanis buatan yang dibuat khusus untuk para penderita penyakit diabetes mellitus/kencing manis sebagai pengganti gula.
Contoh :
·         Beberapa jenis pemanis buatan tersebut diantaranya adalah: sakarin, aspaltam, dulsin, kalsium siklamat, magnesium siklamat, dan natrium siklamat.
3. Zat Pengawet
Panjangnya rantai distribusi ditambah lamanya waktu penjualan membuat industri makanan atau minuman lebih memilih zat pengawet sintetis daripada yang alami. Karena penyimpanan dengan menggunakan pengawet buatan mempunyai ketahanan lebih lama untuk membuat makanan atau minuman tidak terkena bakteri/jamur, tidak busuk, tidak berbau, rasa tidak berubah, dan kondisinya tetap dalam keadaan segar. Makanan atau minuman yang diberi tambahan zat aditif pengawet, tidak hanya mampu bertahan dalam hitungan hari, minggu atau bulan, bahkan dapat bertahan hingga bertahun-tahun.
·         Pastinya adalah penyakit kanker jika dikonsumsi jangka panjang
Contoh :
Beberapa jenis zat aditif pengawet tersebut diantaranya adalah: asam cuka, natrium propionat, natrium benzoat, asam tartrat, natrium nitrat, senyawa NaNO3, asam fosfat, dan asam sitrat.
Teknik Pengawetan makanan/minuman tanpa zat pengawet
Di beberapa negara maju, cara mengawetkan makanan/minuman menggunakan zat aditif saat ini sudah mulai ditinggalkan, dan sebagai gantinya dipergunakan tekhnologi pengawet makanan dengan tanpa menambahkan zat kimia, tapi dengan menggunakan pemanasan suhu tinggi dalam waktu singkat, menggunakan ozon, serta memanfaatkan sinar ultra violet (UV) untuk membuat makanan/minuman steril tanpa merusak kualitas dari makanan/minuman yang diolah.
4. Zat Penyedap Rasa
Zat aditif penyedap rasa terdiri atas berbagai macam, namun yang paling populer dan paling banyak digunakan adalah monosodium glutamat (MSG) yang lebih dikenal dengan sebutan vetsin atau micin. Zat ini jika langsung dimakan memang tidak berasa, tapi jika ditambahkan ke dalam makanan, akan membuat makanan yang diolah terasa lebih sedap. Rasa yang dihasilkan penyedap rasa sintetis memang sangat kuat dibanding penyedap rasa alami. Itu sebabnya tidak hanya industri makanan saja yang memanfaatkan penyedap rasa buatan, tapi juga ibu-ibu rumah tangga, karena penggunaannya memang lebih praktis dan ekonomis.
Contoh :
Beberapa jenis penyedap rasa sintetis selain monosodium glutamat diantaranya adalah: oktil asetat, etil butirat, amil asetat, dan amil valerat.
Efek Bahaya MSG :
·         Kanker, diabetes, dan keluhan penyakit lainnya.

Zat Aditif Lainnya


Selain keempat jenis zat aditif yang paling banyak digunakan sebagaimana tersebut di atas, terdapat pula beberapa jenis zat aditif yang lain diantaranya adalah:
·         Zat Penguat Aroma: untuk menambah, mempeerkuat dan mempertegas aroma makanan/minuman, seperti: isoamil asetat, isoamil valerat, butil butirat, dan isobutyl propionate.
·         Anti Oksiodan: proses oksidasi yang dapat merusak daging olahan, kaldu, lemak, minyak makan, margarine dan buah kalengan dapt dicegah dengan menggunakan zat aditif ini. Beberapa zat kimia yang tergolong anti oksidan diantaranya adalah: asam askorbat, butil hidroksianisol (BHA), dan butil hidroksitoluen (BHT).
·         Pengental: Zat aditif ini berguna sebagai pengental atau pengemulsi pada produk agar-agar, jelly, gom arab, serta gelatin. Sistem kerjanya adalah membantu pembentukan sistem disperse homogeny pada makanan.
·         Pemutih: Penggunaan zat aditif ini untuk mempercepat proses pemutihan serta pematangan pada tepung sehingga dihasilkan mutu pemanggangan yang lebih baik. Contoh dari zat pemutih ini adalah: aseton peroksida, asam askorbat, serta kalium bromat.
·         Pengatur Keasaman: Derajat keasaman makanan dapat dinetralkan dan dipertahankan dengan menggunakan zat ini. Beberapa jenis zat pegatur keasaman diantaranya adalah: asam asetat, amonium bikarbonat, asam laktat, asam sitrat, aluminium ammonium sulfat, asam klorida, asam tentrat, serta natrium bikarbonat.
·         Anti Kempal: Zat aditif ini berfungsi untuk mencegah terjadinya penggumpalan atau pengempalan pada makanan yang berbentuk serbuk. Beberapa jenis zat aditif anti kempal diantaranya adalah: aluminium silikat dan kalsium aluminium silikat.
·         Pengeras: Zat aditif yang satu ini berfungsi untuk mencegah lunaknya makanan. Beberapa jenis zat aditif pengeras diantaranya adalah:aluminium ammonium sulfat, dan kalium glukonat.
·         Sekuestran: Zat aditif ini mengikat ion logam yang terdapat dalam makanan. Beberapa contoh dari sekuestran adalah: asam fosfat, amonium sulfat, kalium sitrat, dan kalsium dinatrium EDTA, serta dinatrium EDTA
Berbagai macam zat aditif pada makanan harus kita hindari agar semaksimal mungkin menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari penyakit kanker.

Bahaya Zat Aditif Pada Makanan

Makanan yang sehat belum tentu makanan yang memiliki rasa lezat, dengan bentuk dan warna yang menarik, serta aroma yang menggoda. Karena sehat-tidaknya makanan tidak ditentukan oleh bentuk, rasa dan aromanya, tapi dari kadar gizi dan zat-zat lainnya yang diperlukan oleh tubuh.
Persoalannya, sehat saja masih dirasa belum cukup untuk sebuah makanan, tapi juga harus berasa lezat, berbentuk menarik, dan beraroma menggoda. Untuk itulah disaat mengolah, banyak orang yang cenderung memberikan bahan-bahan tambahan pada makanan yang diolah, agar  mendapatkan rasa, bentuk dan aroma sebagaimana yang diinginkan. Bahan-bahan tambahan yang disertakan saat mengolah makanan itulah yang disebut zat aditif.
Berbagai Dampak Negatif dari Penggunaan Zat Aditif
Dengan diizinkannya penggunaan zat aditif dalam industri makanan oleh pemerintah lewat BPOM, serta dijual bebas dan digunakan oleh masyarakat secara luas, menjadi satu pertanda bahwa zat aditif boleh dikonsumsi sepanjang tidak berlebihan atau sesuai dengan aturan yang tercantum pada etiket penggunaan. Gaya hidup sehat yang dapat kita lakukan paling mudah adalah menghindari makanan yang mengandung zat aditif.
Namun demikian, sesedikit apapun, yang namanya zat kimia tetap saja memberi dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Dampak negatif dari zat aditif tersebut diantaranya adalah:
·         Penggunaan sakarin sebagai pemanis buatan secara berlebihan, dapat merangsang tumbuhnya sel-sel tumor kandung kemih.
·         Penggunaan garam siklamat dapat membuat proses metabolisme tubuh menghasilkan senyawa sikloheksamina, dimana senyawa ini dapat menjadi penyebab penyakit kanker, dan mengganggu sistem pencernaan.
·         Formalin dan boraks yang sebenarnya merupakan bahan pengawet non-pangan namun masih sering dipakai untuk mengawetkan makanan, menimbulkan dampak yang kompleks bagi kesehatan, diantaranya: gangguan sistem syaraf, pendarahan di lambung, komplikasi pada otak, gagal ginjal, dan berbagai jenis penyakit lainnya yang menyerang organ  otak, hati, ginjal, serta kulit (Bahaya Formalin & Bahaya Boraks).
·         Monosodium Glutamat (MSG) atau vetsin dapat menyebabkan “Chinese Restaurant Syndrome”, yaitu rasa sakit pada bagian kepala, seperti kepala berdenyut serta pusing. Selain itu juga dapat merusak jaringan syaraf, trauma, stress, hipertensi, depresi, alergi kulit dan mempercepat penuaan.
·         Zat sulfit serta turunannya merupakan pemicu serangan asthma.
·         Hampir semua jenis zat aditif pewarna dapat memicu terjadinya reaksi anapilaksis, yakni reaksi terhadap alergi yang akut dengan disertai shock secara tiba-tiba.
·         Zat nitrat dengan berbagai macam variasinya merupakan pemicu terjadinya reaksi gatal-gatal dan munculnya bilur-bilur pada kulit.
·         Natamysin untuk mengawetkan makanan dapat menyebabkan mual dan muntah, diare, dan menurunnya nafsu makan.
·         Kalium Asetat pada zat pengawet dapat menjadi penyebab rusaknya fungsi ginjal.
·         Kalsium Benzoat pada zat pengawet dapat memicu serangan asthma.
·         Kalsium dan Natrium propionate yang digunakan secara berlebihan, dapat menjadi peyebab penyakit migren, sulit tidur dan kelelahan.
·         Rhodamin B pada zat pewarna dapat menyebabkan kanker, keracunan paru-paru, dan penyakit pada hidung, tenggorokan, serta usus.
·         Sunset Yellow pada zat pewarna dapat merusak kromosom.
·         Quinoline Yellow pada pewarna makanan, mengakibatkan hyperplasian, hypertrophy, dan carcinomas kelenjar tiroid.
·         Carmoisine pada zat pewarna, menjadi penyebab kanker hati serta menimbulkan alergi.
·         Natrium metasulfat untuk pengawet makanan, dapat menyebabkan alergi kulit.
·         Ponceau 4R untuk pewarna makanan bisa menimbulkan anemia serta kepekatan hemoglobin.
·         Nitrit dan Nitrat pada pengawet makanan, dapat menimbulkan keracunan, sulit bernapas, mengurangi kemampuan sel darah dalam membawa oksigen ke organ-organ tubuh, anemia, radang ginjal, sakit kepala, dan muntah-muntah.
·         Siklamat pada zat pemanis, menjadi penyebab penyakit kanker (karsinogenik).
·         Sakarin pada zat pemanis dapat menimbulkan infeksi serta kanker kandung kemih
·         Aspartan sebagai pemanis buatan, adalah penyebab gangguan saraf dan tumor otak.
·         Sulfur Dioksida pada zat pengawet, dapat mennyebabkan luka lambung, serangan asma, kanker, alergi, serta mutasi genetic.
·         CFC dan Tetrazine pada zat pewarna bisa merusak organ ginjal, hati serta meningkatkan risiko hiperaktif pada anak-anak.
Beberapa zat aditif di atas juga terdapat pada rokok, oleh karenanya bahaya merokok sangat mematikan, begitu juga dengan bahaya rokok elektrik.



Rabu, 16 Desember 2015

PembuataN selai Pepaya "DELICIOUS"


Proposal Kewirausahaan "Selai Pepaya Delicious"


TUGAS KKPI
PROPOSAL USAHA
“PEMBUATAN SELAI PEPAYA DELICIOUS”




OLEH :
PUNGKI YULIYANTI
4 TPHP 4
8105

PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG
DINAS PENDIDIKAN
SMK N 1 ( STM PEMBANGUNAN ) TEMANGGUNG
PROGRAM KEAHLIAN AGRIBISNIS HASIL PERTANIAN
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN
HASIL PERTANIAN
TAHUN AJARAN 2014/2015
Jln. Kadar Maron Kotak Pos 104, Telp. (0293) 4901639 Temanggung




BAB 1

PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Usaha adalah sesuatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkatkan taraf  hidup seseorang untuk lebih baik. Suatu badan usaha yang kita jalankan dapat menghasilkan laba, atau pendapatan yang semaksimal mungkin, kita menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan menguntungkan dalam kesejahteraan hidup. Selain itu, dalam menjalankan usaha harus mengikuti hukum-hukum ekonomi yang rasional serta norma-norma kebiasaan dalam dunia usaha sehingga dapat membantu pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah.
 Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah tidak hanya bekerja sendiri. Tetapi juga membuka luas bagi pihak swasta untuk berpartisipasi memenuhi permintaan akan kebutuhan pokok masyarakat yang makin meningkat.
Aktifitas perdagangan, merupakan suatu komponen ekonomi dan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, maka saya berinisiatif untuk membuka usaha rumah tangga yang bergerak dibidang produksi pengolahan buah, yaitu pengolahan buah pepaya menjadi jam pepaya. Hal ini didasarkan pada ketersediaaan pepaya yang melimpah diberbagai daerah hampir disluruh Indonesia terutama di daerah Temanggung. Buah pepaya sendiri merupakan buah yang bisa mengalami masa panen tanpa mengenal musim dan juga rentan mengalami kerusakan sehingga perlu adanya roses pengolahan berlanjut untuk meningkatakan mutu dan daya tahan pepaya tersbut




BAB 2
ISI RENCANA USAHA

        A.    Nama Usaha
Usaha rumah tangga yang bergerak dibidang produksi jam/ selai yang terbuat dari bahan baku pepaya ini, saya menamakan usaha rumah tangga tersebut DELICIOUS ” PT. PUNGKI GOOD FOOD

        B.     Rencana Lokasi Usaha
Lokasi usaha yang direncanakan untuk pembuatan jam nikiecho ,akan diproduksi di Desa Bolang RT03/RW02, Kelurahan Klepu, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

       C.    Target Pelanggan
Target pelanggan untuk penjualan produk selai / jam pepaya DELICIOUS adalah semua lapisan masyarakat dan pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai produk olahan buah.

        D.    Jenis Usaha
Usaha yang akan saya kelola adalah usaha rumah tangga yang memproduksi jam / selai yang berbahan dasar buah pepaya.

        E.     Faktor Penghambat dan Pendukung
Setiap usaha yang dijalankan, pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada beberapa hal yang menurut saya akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
A.    Faktor penghambat tersebut diantaranya :
1.    Harga bahan pendkung yang tidak stabil.
Tapi saya sudah merencanakan untuk memecahkan masalah faktor penghambat tersebut diantaranya yaitu dengan berhati–hati dalam mengelola setiap anggaran dana yang akan dikeluarkan dan juga saya menyiasatinya dengan membeli bahan pendukung langsung dari suplier untuk stok beberapa periode produksi agar memperoleh harga yang lebih murah.
  1. Faktor pendukung usaha ini diantaranya :
    1. Kondisi tempat, dan peralatan yang memadai
    2. Harga bahan baku yang relatif terjangkau
    3. Merupakan salah satu bagian produk baru dengan harga terjangkau.

      F.     Analisis Swot
A. Strength (kekuatan)
  1. Memiliki SDM dengan etos kerja yang baik.
  2. Harga produk ekonomis dan higienis
  3. Inovasi rasa yang berbeda dengan produk lainya.
  4. Melimpahnya ketersediaan bahan baku.
B.  Weakness (kelemahan)
  1. Kurangnya modal untuk menjalankan bisnis ini.
  2. Harga bahan pendukung yang tidak stabil.
C. Opportunity (peluang/kesempatan)
  1. Besarnya peluang pasar dan banyaknya target yang strategis dalam penjualan
  2. Budaya masyarakat yang konsumtif
D. Threat ( hambatan)
1.           Perlu adanya pengenalan produk dan promosi karena merupakan produk terobosan baru.






BAB 3
ASPEK PRODUKSI

A.    Fasilitas dan Peralatan Produksi
Dalam kegiatan usaha ini saya menggunakan fasilitas yang diperoleh dari modal sendiri, yaitu sebagai berikut :

PERALATAN
JUMLAH
Kompor gas
1 buah
Wajan
1 buah
Pengaduk kayu
1 buah
Penjepit botol
1 buah
Panci
1 buah
Hand refractometer
1 buah
Sendok
1 pak
Timbangan
1 buah
Lap kain
3 buah
Kertas Ph
1 pak
Termometer
1 buah


B.  Bahan Baku
Bahan baku yang saya gunakan adalah:
Bahan
Jumlah
Gula pasir
10 kg
pepaya
4 kg
Aglupektin
500 gr
Asam sitrat
200 gr
Garam
25 gr

C.    Proses Produksi

  1. Menyiapkan pepaya dan gula.
  2. Memasukkan ke dalam wajan tambahkan aglupektin dan asam sitrat.
  3. Memanaskan adonan bubur buah dengan api sedang sambil dilakukan pengadukan hingga secara merata hingga tercapai 40obrix dan pH 4.
  4. Sterilisasi botol dan tutup dengan cara perebusan 100oC selama 30 menit.
  5. Mengisikan selai ke dalam botol secara hot filling dan dilakukan penutupan.
  6. Melakukan exhausting 80oC selama 20 menit.
  7. Melakukan cooling shock.
  8. Produk akhir siap dilakukan pelabelan.











BAB 4
ASPEK KEUANGAN

A.      Rencana Produksi
A. Jenis Produk                                       : jam pepaya DELICIOUS
B. Jumlah Produksi                                  : 50 botol

B.      Aspek Modal

A.     Bahan baku
    DELICIOUS
Bahan
Jumlah
Harga
Gula pasir
10 kg
Rp. 120.000,-
Pepaya
4 kg
Rp. 12.000,-
Aglupektin
500 gr
Rp. 115.000,-
Asam sitrat
200 gr
Rp. 4.000,-
Garam
25 gr
Rp. 1.000,-
BBM

Rp. 30.000,-
Jumlah Total
Rp. 282.000,-

B.     Bahan kemas
JENIS
JUMLAH
HARGA
Botol selai gelas
50 buah
Rp. 150.000,-







C.     Alat
PERALATAN
JUMLAH
HARGA
HARGA SEWA ALAT

Kompor gas
1 buah
Rp. 100.000,-
Rp. 1.000,-

Wajan
1 buah
Rp. 30.000,-
Rp. 2.000,-

Pengaduk kayu
1 buah
Rp. 2.000,-
Rp. 200,-

Penjepit botol
1 buah
Rp. 3.000,-
Rp. 300,-

Panci
1 buah
Rp. 15.000,-
Rp. 1.500,-

Hand refractometer
1 buah
Rp. 100.000,-
Rp. 5.000,-

Sendok
1 pak
Rp. 30.000,-
Rp. 2.000,-

Timbangan
1 buah
Rp. 50.000,-
Rp. 2.000,-

Lap kain
3 buah
Rp. 10.000,-
Rp. 1.000,-

Kertas pH
1 pak
Rp. 10.000,-
Rp. 1.000,-

Termometer
1 buah
Rp. 150.000,-
Rp. 5.000,-

Blender
1 buah
Rp. 100.000,-
Rp. 2.000,-

Pisau
4 buah
Rp. 10.000,-
Rp. 1.000,-

Sticker
50 lembar
Rp. 25.000,-
Rp. 20.000,-

Jumlah total
Rp. 735.000,-
Rp. 58.500,-


C.      Perhitungan Keuntungan
A. Harga produksi
fixed cost/ FC             =          bahan baku     +         bahan kemas
                                    =          282.000           +         150.000
                                    =          332.000
Variabel cost/ VC       =          alat produksi
                                    =          58.500
harga produksi                        =          FC                   +          VC
                                    =          332.000           +          58.500
                                    =          390.500
Tenaga kerja                =          2.500
                                                                        +
Total harga produksi   =          393.000

B. Harga Pokok Produksi
harga pokok produksi = Total harga produksi
                                            jumlah produksi
                                    =          393.000                                  
                                                     50
                                    =          7.860
C.Harga jual produk
harga jual@botol         = 10.000
total harga jual                        = harga jual@botol     x          50
                                    =10.000                       x          50
                                    =500.000
D.keuntungan             =total harga jual          -           Total harga produksi
                                    =500.000                     -           393.000
                                    =106.000
E. persen keuntungan  =keuntungan               x          100%
                                    Total harga produksi
                                    =106.000                     x          100%   = 21,38%
                                      500.000
F. BEP
BEP(RP)                     =          FC
                                      1        -     VC
                                                Harga jual
                                    =          332.000
                                      1        -    58.500
                                                     10.000
                                    =68.453,61


BEP(Unit)                   =                      FC
                                    Harga jual        -           VC
                                    Unit                             unit
                                    =                      332.000
                                    10.000             -           58.500
                                                                        10.000
                                    = 33,22 unit
R/C ratio                     =hasil penjualan
                                      Total harga produksi
                                    =500.000
                                      393.000
                                    = 1,21